Home Kabar Cakrawala Kemilaunya Pernikahan Emas

Kemilaunya Pernikahan Emas

pernikahan_emas1

Merupakan sukacita yang tak terkirakan mendapatkan karunia Tuhan Yang Maha Kasih berupa kedua orang tua yang diberi panjang usia dalam keadaan sehat walaat, sehingga bisa mengawal usaha putra-putrinya hingga berhasil, serta dapat menyaksikan kelucuan para cucu yang tumbuh dewasa. “Maka, perayaan ini merupakan ungkapan rasa syukur yang mendalam atas semua karunia itu, sekaligus penghormatan kepada orang tua yang ada di sini dan bagi orang tua kita semua. ”Demikian sambutan Tetiono selaku putra sulung dari pasangan Lim Muk Choi dan Bong Se Cu pada perayaan Pernikahan Emas (50,tahun) yang diselenggarakan pada Minggu, 19 Juni 2011 di Singkawang.

Ada dua hal yang tak bisa ditunda di dunia ini. Pertama, berbakti pada orang tua. Kedua, berbuat kebajikan. demikian nasihat bijak Master Cheng Yen, Pendiri Yayasan Kemanusiaan Buddha Tzu Chi Internasional

Lim Muk Choi dan Bong Se Cu dikaruniai dua anak laki-laki, yaitu Tetiono (Lim Tet Lung) dan Sangian Sudjono Anggie (Lim Tet Ang), kemudian empat orang putri, yakni Sutiah Sri Tjuningsing (Lim Tet Ai), Maria Fransiska Diana (Lim Tet Khiem), Widiyati Lim (Lim Tet Moi) dan Lim Tet iam (Sumiati Lim). Dari putra-putri yang sudah berkeluarga, sekarang ini telah dikaruniai cucu-cucu sebanyak 18 orang.

pernikahan_emas2

Perayaan yang dihadiri undangan sebanyak 2.000 orang lebih itu merupakan ajang silaturahmi handai-taulan, sanak-keluarga, serta para sahabat. Hadirin terdiri dari para pejabat, pengusaha, tokoh agama, aktivis yayasan kemanusiaan, petani-peternak dan elemen masyarakat lain yang mencerminkan luasnya pergaulan sang tuan rumah. Asal tamu pun beragam, selain dari Kalimantan, ada yang berasal dari kota-kota di Jawa maupun dari luar negeri, seperti Malaysia dan Cina. Kasih orang tua begitu kuatnya, seperti terangnya matahari. Maka berbakti kepada orang tua adalah berkah terbesar.

BERBAGAI LAPISAN

pernikahan_emas3

Bermula dari usaha membuka kios sarana produksi peternakan yang popular disebut poultry shop di kota kelahirannya Singkawang, Tetiono dengan nama pemberian orang tuanya Lim Tet Lung mengembangkan usaha budidaya ayam ras petelur pada tahun 1989. Meskipun sarana produksi peternakan umumnya didatangkan dari Jawa, sehingga ongkos produksinya tinggi, namun usaha peternakan ayam di Singkawang terus berkembang. Populasi ayam milik Tetiono terus meningkat dan usaha budidaya ayam petelur ini diberinama PD. Sinar Usaha Jaya Singkawang.

Pada tahun 1999 Tetiono mendirikan pembibitan anak ayam yang diberi nama PT. Satwa Borneo Jawa (SBJ) Singkawang. Dengan bertambahnya breeding farm di Kalimantan Barat yang totalnya berjumlah tiga buah, yakni SBJ sendiri, PT. Cipta Khatulistiwa Mandiri (CKM), dan PT. Charoen Pokphand Jaya Farm (CPJF), maka ketergantungan anak ayam dari breeding farm di Jawa dapat diatasi.

Pada tahun 2003 – 2004 marak penyakit flu burung menyerang peternakan unggas di Indonesia. Kotoran unggas dianggap sebagai salah satu media penyebarannya. Bersama kesulitan datang kemudahan, setiap tantangan memberikan peluang. Tetiono mempunyai ide membuat pupuk organik berbahan kotoran ayam yang bebas dari kontaminasi flu burung dengan teknologi fermentasi dan pemanasan. Pabrik pupuk organik berbahan dasar kotoran ayam itu diberinama PT. Sinka Sinye Agrotama (SSA).

pernikahan_emas4

Dari kegiatan agribisnis berbasis unggas sebagaimana tersebut di atas, maka sangatlah wajar apabila Tetiono mempunyai relasi dan sahabat dari berbagai lapisan masyarakat. Ditambah lagi sahabat yang terkait dengan kegiatan bisnis kapal angkut barang antar pulau. Juga kawan dekat yang sama-sama bergerak di bidang sosial, yayasan kemanusiaan, dan dari kalangan rohaniwan


blog comments powered by Disqus
Last Updated ( Sunday, 14 August 2011 12:13 )  

Berita Terkait

iklan anda bisa disini

Petani Online

We have 3 guests online